Marka lahir dari frustrasi yang sama.
Sebelum Marka ada, founder kita udah lama kerja di dalam brand. Kita tahu rasanya hire agency yang cuma kasih template deck, ngejar vanity metric, dan hilang kalau campaign-nya nggak jalan.
Kita mikir: harusnya ada agency yang mikirin growth kayak in-house team mikirin bisnisnya sendiri. Agency yang nggak cuma ngejar impression, tapi ngerti CAC, LTV, payback period, dan unit economics.
Jadi di 2024, Marka dibangun dari ground up. Tim-nya diisi ex-marketer dari superapp, D2C beauty, B2B SaaS, dan fintech yang pernah ngalamin pain-nya di seberang meja. Hasilnya? Growth engine yang bener-bener kerja buat partner-partner kita.